Kepala Pusat Bahasa UMSurabaya Sematkan Selempang Pada Seluruh Duta Bahasa

Segera setelah adanya penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh seluruh Duta Bahasa, Waode Hamsia,M.Pd sematkan selempang Duta Bahasa pada seluruh Duta Bahasa periode 2017. Penyematan tersebut juga menjadi penutup kegiatan Gathering Duta Bahasa 2017. Penyematan yang dilakukan pada pukul 10.00 wib tersebut, sebelumnya telah didahului oleh pemberian jabaran program-program yang telah dibentuk oleh Pusat Bahasa. Mereka juga diberikan arahan bagaimana ruang gerak mereka saat berpastipasi dalam agenda-agenda rutin Pusat Bahasa.

Hal itu termasuk peran mereka sebagai proktor dalam penyelenggaraan tes. Baik tes Toefl maupun tes Toeic, juga peran mereka sebagai promotor dalam event-event perlombaan kebahasaan. Sehingga mereka dapat mempersiapkan diri sebelum mereka terjun ke lapangan.

Beberapa program Pusat Bahasa yang juga menjadi tanggung jawab mereka untuk berkontribusi selain pengadaan tes, adalah program English and Arabic Club, kelas pelatihan debate, English in House, English Garden, hingga English Travelling.

Kesanggupan Duta Bahasa lalu dibuktikan dengan tanda tangan mereka dalam perjanjian bermaterai. Perjanjian tersebut adalah kontrak mereka dengan Pusat Bahasa dalam kurun waktu satu tahun. Dengan berbagai pasal yang ada, Duta Bahasa yang telah mencoretkan tanda tangannya mendapatkan konsekuensi. Konsekuensi tersebut adalah adanya sanksi apabila mereka memutuskan hubungan dengan Pusat Bahasa, yaitu dengan adanya sanksi berupa pengembalian seluruh materi dan fasilitas yang sudah mereka dapatkan sebelum kontrak mereka jatuh tempo akhir masa pengabdian. Termasuk mereka juga harus memberikan ganti rugi suluruh biaya terhitung sejak mereka mengikuti kegiatan gathering.

Penandatanganan MoU tersbut tidak hanya dilakukan oleh Duta Bahasa periode 2017, tetapi juga Duta Bahasa yang sudah bergabung selama 2 tahun terakhir. Perjanjian tersebut adalah bentuk nyata dari loyalitas para Duta Bahasa. Akan tetapi, mereka mendapat kebebasan untuk memilih melanjutkan pengabdian atau berhenti menjadi Duta Bahasa setelah masa pengabdian mereka genap satu tahun. Tentunya, bagi mereka yang ingin melanjutkan penyematan gelar dan pengabdian, mereka juga harus melakukan penandatanganan Mou yang sama di tahun berikutnya. (rat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *